aku sering merasa sedih ketika problem datang padaku, padahal problem itu ga seberapa dibanding dgn yang dialami orang lain diluar sana..
sewaktu kunjungan sosial kemarin, aku terharu melihat kehidupan mereka yang sgt mengiris hatiku.. sungguh mereka orang2 hebat, dpt bertahan dan senyuman tetap melekat pada wajah2 letih mereka..
kemarin kami segenap pengurus partai barisan nasional mengunjungi pemukiman kumuh,. ada sebuah rumah yg menarik perhatianku untuk terus memperhatikannya.. aku bertanya pada seorang warga disitu mengenai penghuni rumah itu,..
penghuninya adalah seorang kakek tua dan 3 orang cucunya yg masih sangat kecil.. yah.. aku melihat ada 3 orang anak kecil memang dirumah itu kondisinya sangat menyedihkan pakaian mereka yang kumal, kulit mereka yang kotor serta wajah dan tatapan mereka yang ingin memberitahu bahwa mereka sedih dan mungkin lapar, tp aku tidak melihat kakek tua itu, lalu warga itu melanjutkan ceritanya karna ia melihat banyak pertanyaan dr wajah heranku,kakeknya dari pagi hingga sore pergi bekerja disebuah toko sepeda utk memperbaiki sepeda2 yang rusak..
pertanyaanku pun berlanjut, kemana kedua orang tua anak2 itu..?..siibu pergi kabur meninggalkan mereka karna tidak sanggup menghadapi kesulitan ekonomi..sedangkan si ayah pergi dgn perempuan lain..ugh.. aku benci orang tua yang tidak bertanggung jawab seperti ini..kalo aku sebagai ibu,aku rela mengorbankan apapun bahkan aku rela mengorbankan perasaanku sendiri demi buah hatiku..
aku ga bisa bayangkan 3 orang anak yang usianya paling besar kira2 5 tahun dan yg kedua sekitar 4 tahun yang ketiga sekitar 2 tahun gitu..duh..kasian bgt.. apalagi yg paling kecil itu cewek.. trus makanan dan gizinya gmn.. soalnya kata warga disitu, sikakek juga dah bosen gitu ngurusnya,..jrg dimasakin, kl ngompol ga digantiin, apalagi kalau malam nangis, dibiarin aja karna sikakek kecapean kerja siang harinya..
iihh.. pokoknya sedih banget liat mereka.. tapi aku ga bisa berbuat banyak,.. aku hanya bisa berdoa buat mereka semoga mereka bisa lepas dr kesulitan dan kehidupan yang berat itu.. tapi sampai saat ini wajah2 lugu mereka masih terbayang di pikiranku,..
dan mudah2an kunjungan yg kami lakukan dpt membantu mereka walo apa yang kami bawa tidak begitu banyak tapi mudah2an pemberian yg tulus ikhlas dpt bermanfaat. amin
sekarang aku sadar bahwa kehidupan diluar sana banyak yang mengerikan,.. problem diluar sana banyak yang tidak terjangkau oleh pikiranku..


betul, kadang dengan melihat kehidupan di luar sana maka kita akan merasa betapa beruntungnya sebenarnya kita
Oleh: yudi on Agustus 14, 2008
at 2:20 am
Ya gini deh.. sama kaya ogut..
Sadar tuh harus liat orang “menderita” dulu.. tapi ukuran derita kan menurut kita, mereka fine2 aja dan tetep nikmati hidup ko..
justru mereka yg kadang liat ogut menderita.. bisanya hanya mengobservasi (masih mending Geiztia, ada baksosnya) aja..
Well.. seneng & derita kan ada jatahnya, konsekuensi orang hidup, jd inget pusinya Doughlas McArthur..
Oleh: Gempurr on Agustus 14, 2008
at 2:40 am
makanya jgn diluar…didalam aja
yah itulah….. hal spt terjadi, krn moral orng tuanya yg nggak tanggung jawab
sebenaranya, solusi moral cukup ampuh untuk mengatasi keterpurukan negeri ini….. moral jg mencakup mental, jiwa dsb.
Oleh: afwan auliyar on Agustus 14, 2008
at 3:55 am
mereka bukan hanya kuat bertahan… tapi tak lagi punya harapan!
Oleh: qizinklaziva on Agustus 14, 2008
at 6:56 am
menjadi PR besar bagi presiden terpilih di pemilu mendatang..
Oleh: emfajar on Agustus 14, 2008
at 7:46 am
…anak2 itu terlantar.. tanggung jawab umat muslim di sekitar sana.. kalo gak, kan bisa kena pasal ‘mendustakan agama’…
Oleh: ariefdj™ on Agustus 14, 2008
at 7:51 am
ya… gw juga cuma bisa berdo’a aja nih… moga mereka diberi kesabaran n kelapangan risqi ya…. amiin
Oleh: masenchipz on Agustus 14, 2008
at 10:25 am
Oohh baru tahu ya, diluar sana banyak orang kehujanan.
Oleh: ubadbmarko on Agustus 14, 2008
at 1:09 pm
Orang bijak berkata, supaya tetap bersyukur lihatlah kehidupan orang yang lebih rendah dari kita. Supaya tidak sombong lihatlah kehidupan orang yang lebih tinggi daripada kita. Salam kenal Mbak.
Oleh: Rafki RS on Agustus 14, 2008
at 3:13 pm
itu lah hidup mbak..
di seluruh negara juga ada yang seperti itu, bahkan lebih parah..
yaah, kalau bisa jangan hanya berdoa.. tapi berusaha.. tidak usah sampai menyantuni.. pakai uang maksudnya..
ada beberapa dari anak-anak itu yang kepengen bisa baca..
kayak saya ini. belum bisa baca tulis sampai setua ini..
Oleh: mew da vinci on Agustus 14, 2008
at 3:55 pm
yap. gue sebenrnya prihatin dengan keadaan diri gue. masa gue masih semangat, menghibur orang2 kelas bawah gw sering .. tapi sekarang gue jadi kuli kapitalis.
Oleh: monsterikan on Agustus 15, 2008
at 1:57 am
tetapkan di dalam tetap damai
tetapkan hatimu tetap seju
tetaplah tuk berbagi kasih
Oleh: achoey sang khilaf on Agustus 15, 2008
at 7:09 am
Versi orang Depsos namanya Anak terlantar mbak.
Kalo Dinas Sosial Pemprov tahu, dan tanggap harusnya diurusi… cuma harus masuk panti. Lingkungan sekitar harusnya yang ngelaporin.
Oleh: Abdee on Agustus 15, 2008
at 5:17 pm
nyokk , ikut kegiatan perduli dengan bloggersumut
nyang penting berbuat meski itu cuma hal kecil
lets do something , less talk do more
setujuuu???
Oleh: realylife on Agustus 15, 2008
at 7:34 pm
yuk merdeka kan mereka…..
MERDEKA……
Oleh: ma2n-smile on Agustus 16, 2008
at 6:58 am
kenapa masalah di inonesia cuman masalah itu aja ya……….
Oleh: ma2n-smile on Agustus 16, 2008
at 6:58 am
Dasar mereka orang tua tak tau diri. Tak ingatkah mereka dengan orang2 yang susah mendapat keturunan. dan mendapatkan keturunan yang tidak sempurna.
Oleh: Xnu_G on Agustus 16, 2008
at 7:04 am
wew…. thx ya udah kunjung…..
met HUT RI KE 63
Oleh: ma2n-smile on Agustus 16, 2008
at 9:07 am
setiap manusia mempunyai problem sendiri2
jadi kita enggak bisa memastikan apakah problem kita itu yg paling besar
saalm kenal
sukses selalu
Oleh: Gelandangan on Agustus 16, 2008
at 2:43 pm
ya begitulah hidup!!! selalu ada masalah,, kalau g’ ada apalah artinya hidup
Oleh: zoel chaniago on Agustus 16, 2008
at 3:45 pm
seringlah berkunjung, akan makin jelas kelihatan kehidupan rakyat negeri ini. Selanjutnya, suara mereka menjadi santapan yang enak bagi politikus.
Oleh: Singal on Agustus 17, 2008
at 4:43 am
hidup itu banyak masalah!!!!
Oleh: aziz on Agustus 17, 2008
at 10:59 am
Istana dan Rumah Kumuh
Petinggi dan rakyat jelata
Begitu kontras!
Lalu dimana kita akan mengembangkan nilai kepedulian kita jika hanya berdiam diri di Istana?
Pernahkah kita tahu keluhan mereka?
Semoga ibu terpilih nanti ya….
Oleh: Pakde on Agustus 17, 2008
at 1:38 pm
hidup adalah proses…
Oleh: aha on Agustus 17, 2008
at 2:15 pm
klo liad yg gitu trus liad yang pada “rebutan uang rakyat” …
jadi sedih beneran….
Oleh: carra on Agustus 17, 2008
at 2:49 pm
makanya kita sebagai blogger harus bergerak..
bener kan mbak?
Oleh: hanggadamai on Agustus 17, 2008
at 2:56 pm
postingan baru mana ya ???
Oleh: realylife on Agustus 18, 2008
at 12:12 pm
Jangan biarkan mereka kehilangan tempat untuk sekedar berteduh ..
Dengan bersatu, kita pasti bisa
Oleh: Menik on Agustus 20, 2008
at 5:33 am
hoalaaaaah, sebuah pemikiran yang sangat arif kedengarannya (jarang sikaya memikirkan simiskin), seperti sebuah cerita…. tetapi nyata kan?
Oleh: babeh on Agustus 20, 2008
at 3:37 pm
Ceritanya mba’ semakin membuatku semakin sadar kalo aku ini merupakan makhluk yang sangat kurang sekali untuk bersyukur… hiks2x
Oleh: ghifar on Agustus 22, 2008
at 3:45 am
kenyataan yg brutal. Bener bener mengiris hati. kadang sy ngak ngerti mengapa manusia bisa begitu menderita. ngak ada yg namanya mimpi atau ambisi. Ekspektasi bisa makan hari ini sj sudah lebih dari cukup.
Oleh: uwiuw on Agustus 27, 2008
at 12:48 am